Jika Allah di pihak (menyertai) kita, siapakah yang akan melawan kita?
Seperti Musa kita perlu penyertaan Tuhan!
"Berkatalah Musa kepada-Nya:
”Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari
sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih
karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau
berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini,
dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini? Berfirmanlah TUHAN
kepada Musa: ”Juga hal yang telah kau katakan ini akan Kulakukan, karena engkau
telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau.” (Kel
33:15-17)
Ingatlah kisah hidup Saul (1 Sam 18:12) dan Simson (Hak 16:20) tatkala Roh Allah telah undur dari diri mereka, saat Tuhan tidak lagi menyertai mereka!
Sesungguhnya hal yang terpenting dalam hidup ini adalah jika Tuhan berkenan kepada kita, ketika Tuhan beserta dan berfihak kepada kita! Seperti yang dikatakan Alkitab: “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rom 8:31)