OUTLINE KHOTBAH MINGGU 17 OKT 2021
Tidak Tunduk Terhadap Keadaan
Gelar Terhadap Yesus
- Yesus Juru-Selamat,
- Yesus anak Daud
- Yesus anak tukang kayu
- Yesus Raja Orang Yahudi
- Yesus dari Nazaret.
Tidak Ada Yang Baik Datang
Dari Nazaret
- Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: ”Kami telah
menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi,
yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Kata Natanael kepadanya: ”Mungkinkah
sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh 1:45-46)
- Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya:
Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan
semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya
Nazaret Tidak Mengubah Yesus, Yesus
Mengubah Nazaret
- Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang
berkata: ”Siapakah orang ini?”Dan orang banyak itu menyahut: ”Inilah nabi Yesus
dari Nazaret di Galilea.” (Mat 21:10-11)
- Inilah kekuatan Injil – kekuatan yang mengubahkan
- Injil bukan teori yang muluk-muluk, Injil bukan kata-kata hiasan, Injil
bukan hanya penyenang telinga tapi kekuatan Allah. Inilah Injil yang dibawa
oleh Tuhan Yesus
Keadaan Terberikan – Yang Tidak
Bisa Dipilih
- Orang tua
- Tempat lahir, tanah air, suku dari mana kita berasal warna kulit dan
lingkungan kita - ada yang sudah terukir dalam diri kita yang tidak dapat lagi
dihapus
- Jenis Kelamin
- Masa lalu sudah terpatri - kesalahan dan kebaikan yang sudah kita perbuat
Injil Kekuatan Allah
- Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah
kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang
Yahudi, tetapi juga orang Yunani. (Roma 1:16)
- Injil juga kekuatan menyelamatkan kita dari keadaan tidak baik yang kita
alami, keadaan terberikan
Onesimus dan Filemon
- Dari seorang yang tidak bermanfaat, tidak ada guna, menjadi sangat
berguna bagi kamu dan bagiku kata Paulus mengajukan permintaan kepadamu
mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus - (Phm
1:11)
- Dia kusuruh kembali kepadamu – dia, yaitu buah hatiku –.(Phm 1:12)
- Kekuatan Injil mengubah seorang Onesimus, juga mengubah seorang
Filemon mengubah seorang Paulus
Kesimpulan
- Jangan menghakimi seseorang dari daerah asalnya, jangan jatuh dalam
kesalahan generalisasi
- Jangan berdalih, mencari alasan penunjang kemalasan, kegagalan pada
lingkungan. Kita bertanggung jawab untuk mengubah apa pun yang terberikan untuk
menjadi berkat. Nazaret tidak mengubah Yesus, Yesus mengubah Nazaret.
- Jangan malu, menyembunyikan keadaan terberikan, jangan menyangkali,
terima saja karena memang ada yang tidak dapat kita tolak. Cintai apa yang
tidak dapat kita tolak. Itu adalah langkah awal untuk mengubah kutuk
menjadi berkat.
- Kekuatan Injil nyata bukan teoritis
- Jadilah saksi keadaan tidak mengubah kita tapi kita mengubah keadaan